JABA'AN - MANDING - SUMENEP

Sunday, July 31, 2016

Kegiatan Lain

Ngaji Bersama

Ngaji bersama

          Mengaji bersama masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Acara dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2016 sekitar jam 18.30 setelah solat Maghrib sampai selesai. Dalam acara ini dihadiri semua anggota KKN Kelompok 19 Universitas Trunojoyo Madura dan beberapa warga sekitar dari pos KKN yang kami tempati. Kegiatan ini biasa di lakukan warga Jaba'an setiap malam Jum'at Legi demi lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jalan - jalan Mengelilingi desa Jaba'an

         


           Kami berjalan bersama teman-teman mengelilingi suatu kampung di desa jaba'an. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 16 Juli 2016 jam 06.00. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalkan anggota dari KKN Kelompok 19 kepada lingkungan setempat. Selain itu untuk mengenalkan dan mensosialisasikan diri kita kepada masyarakat bahwa ada KKN di desa Jaba'an dari Universitas Trunojoyo Madura.

Menghadiri Undangan
Undangan Imtihan Mambaul Ulum dan Miftahul Ulum

Haflatul Imtihan Mambaul Ulum

Haflatul Imtihan Miftahul Ulum

         Menghadiri undangan Haflatul Imtihan di MI Mambaul Ulum Dusun Garuk Desa Jaba'an. kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan bagi lembaga MI Mambaul Ulum. kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat sosialisasi kepada masyarakat maupun lembaga. Dan Alhamdulillah kedatangan kami disambut dengan hormat.
 
Undangan 41 Hari Kelahiran Bayi di Salah Satu Warga Desa Jaba'an


           Dalam acara ini kami di undang  untuk menghadiri acara tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh semua anggota KKN Kelompok 19 dan semua undangan serta seorang ulama dari Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep.
        Secara khusus berkait dengan kelahiran anak terdapat bentuk formal dari bersyukur tersebut, yaitu aqiqah atau dengan nama lain yang lebih disukai oleh sebagian syafi’iyyah nasikah atau dzabihah. Untuk ini secara konkrit ulama mendefinisikan bahwa aqiqah adalah “Apa yang disembelih sebab kelahiran anak sebagai bentuk syukur kepada Allah dengan niat dan syarat-syarat khusus” (al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah:XXX/276)
        Mengenai hukumnya memang sebagian ulama ada yang berpendapat wajib seperti Dzahiriyyah- dan yang lain berkeyakinan bahwa aqiqah adalah sunah sebagaimana pendapat Syafi’iyyah dan Hanabilah. Keduanya berangkat dari dua hadis namun berbeda dalam menalar tingkat perintahnya.
Pertama:

         “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya.Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh” (HR. Turmudzi).

Kedua adalah hadis:

          “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh. (Pada saat itu bayi) dipotong rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud dan al-Hakim).

0 comments:

Post a Comment