JABA'AN - MANDING - SUMENEP

Friday, June 3, 2016

Desa Jaba'an - Manding - Sumenep

Sejarah Desa Jaba'an


Kabupaten Sumenep merupakan salah satu daerah yang terletak di pulau Madura yang merupakan wilayah administrasi di propinsi Jawa Timur. Secara geografis Kabupaten Sumenep terletak antara 113032;54”-116016;48” BT dan 4055” – 7024” LS.
Kabupaten Sumenep memiliki batas- batas sebagai berikut :
-            Sebelah Utara                   : Laut Jawa
-            Sebelah Timur                  : Laut Jawa / Laut Flores
-            Sebelah Barat                   : Kabupaten Pamekasan
-            Sebelah Selatan                : Selat Madura
Kecamatan Manding merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep, secara geografis Kecamatan Manding memiliki luas 6.887.54 Ha yang berada pada ketinggian 500 m dari permukaan laut . Secara Astronomis kecamatan Manding memiliki batas wilayah sebagai berikut : batas utara dengan Kecamatan Batu Putih, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Kota sumenep, perbatasan sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Gapura dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Dasuk. Kecamatan Manding memiliki 11 desa , 49 dusun serta 56 RW dan 192 RT, salah satu desa yang ada di Kecamatan Manding adalah desa Jaba’an yang memiliki luas sebesar 6,23 KM2, dusun yang ada di Desa jaba’an ada 6 dusun dengan 16 RT serta 6 Rw.
Desa Jab’an memiliki 1,800 jiwa penduduk dimana 70% penduduk memiliki mata pencaharian sebagai petani, 20 % pedagang, dan 10 % sebagai PNS. Desa Jaba’an merupakan desa yang 100 % kekurangan air bersih sehingga para masyarakat jaba’an memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air, menurut keyakinan masyarakat yang beredar bahwa penyebab kurangnya ketersediaan air berawal dari kutukan pahlawan jokotole dan potre koneng yang singgah di desa jab’an untuk meminta minum. Namun para masyarakat jaba’an enggan memberikan air minum sehingga pangeran jokotole mengutuk desa jab’an tidak akan mendapatkan air bersih hingga tujuh turunan. Sehingga pangeran Jokotole berkata "je' lakar be'mabe'en". Tapi di ubah sama Potre Koneng karena kurang bagus akhirnya diubah menjadi "Jaba'an".
Walaupun Desa Jaba’an merupakan desa yang sulit mendapatkan air hal tersebut tidak mempengaruhi potensi desa jaba’an sebagai sentra penghasil singkong yang melimpah. Dengan adanya Potensi tersebut desa jaba’an merupakan desa penghasil keripik singkong yang berkualitas, akan tetapi keripik singkong yang dihasilkan masih keripik singkong setengah jadi.
Desa Jaba’an memiliki dua Sekolah Dasar Negeri , dua Madrasah Ibtida’iyah, serta satu Madrasah tsanawiyah. Akses untuk mencapai SDN I jab’an relatif mudah dan dekat dengan masyarakat. Namun untuk mencapai SDN III Jab’an masyarakat sangat sulit karena letak sekolah yang berada di tengah – tengah hutan dan sawah sehingga siswa – siswi begitu pula tenaga pengajar SDN III tidak sebanyak SDN I Jab’an.

0 comments:

Post a Comment